Tips Berolahraga Ketika Cuaca Panas

Diposting oleh Atlast on 25 Juli 2012


img http://asalasah.blogspot.com dan jadigitu.com
Jangan biarkan cuaca panas mengganggu rutinitas harian, terutama olahraga. Cuaca panas tak akan mengurangi keasikan berolahraga asal dapat memilih waktu yang tepat, melakukan persiapan yang matang dan mengenakan busana yang pas sebelum mulai berkeringat di bawah suhu yang terik.

Mengingat sebagian besar tubuh terdiri atas cairan, maka dehidrasi harus sangat diperhatikan selamaberolahraga di cuaca panas. Ketika berolahraga di hari yang sangat panas, cairan tubuh yang hilang meningkat 2 kali lipat dibanding hari normal.

Berkurangnya cairan tubuh tidak hanya meningkatkan suhu tubuh, tetapi juga mengurangi jumlah energi yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh.

Keluarnya keringat juga akan mempercepat detak jantung sampai 3-5 denyut per menit atas setiap kehilangan air sebanyak 1%. Pada akhirnya, olahraga yang dilakukan terasa lebih berat dibanding biasanya.

Seperti dilansir Rodale.com, Jumat (20/7/2012), berikut adalah tips agar tetap nyaman berolahraga di cuaca panas:

1. Bawa air minum dan hindari air dari luar tubuh
Berjalan atau bersepeda melewati alat pemancar air memang terasa segar, tapi dampaknya tidak sebaik rasanya. Meminum cairan akan lebih dapat membantu mengatur suhu tubuh.

Minum air saat berolahraga sangat penting, tapi akan lebih baik jika diminum sebelum mulai berolahraga karena meningkatkan kemampuan tubuh untuk menjaga suhu dengan tepat dan membantu jantung mempertahankan detaknya sehingga tidak cepat lelah.

2. Minum gliserol atau minuman olahraga
Menambahkan gliserol ke dalam minuman dapat membantu ginjal menyimpan air sehingga membantu tubuh tetap dingin. Cara kerjanya mirip dengan cara kerja natrium dalam minuman olahraga. Sebaiknya minum larutan gliserol 20 persen atau minuman olahraga sekitar 30 menit sebelum berolahraga.

3. Biasakan dengan panas sebagai permulaan
Penting untuk membiasakan diri terhadap panas sebelum berolahraga seperti biasa. Berikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan detak dengan jantung dan mengurangi jumlah keringat. Penyesuaian ini harus dilakukan secara bertahap.

Jika terbiasa berolahraga di luar ruangan selama 30 menit, kurangi sepertiganya kemudian perlahan-lahan meningkat. Untuk pertama kali, lakukan olahraga selama 10 menit, kemudian tambahkan lagi 10 menit.

4. Usahakan berolahraga ketika masih pagi
Penelitian telah menunjukkan bahwa udara pagi yang dingin lebih efektif meningkatkan daya tahan tubuh daripada berolahraga setelah matahari terbenam di malam hari. Selain lebih teduh, polusi dan bising belum banyak mengotori lingkungan.

5. Kenakan pakaian yang mudah menguapkan keringat
Kaos berbahan katun baik dipakai jika tidak banyak berkeringat atau hanya berolahraga selama 30 menit dalam taraf sedang. Bahan sintetis biasanya lebih baik menyerap dan menguapkan keringat. Yang paling umum adalah bahan Polyester, Nylon dan Spandex. Contoh pakaian berbahan sintesis adalah pakaian olahraga untuk bersepeda. 

Sumber

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar